Thursday, 9 October 2008

Review Ponsel Cina D-One DG518

Seperti postingan saya sebelumnya, saya mau berbagi pengalaman menggunakan ponsel dual simcard dari Cina, yaitu merek D-One DG518.

Pada postingan ini memang belum semua, mungkin nanti saya lanjutkan pada postingan berikutnya.

Berikut ini review dari saya :

Kotak Kemasan
Kotak kemasan D-One 518 ini cukup unik. Bagi anda yang kebetulan seorang cewek saya pastikan akan langsung menyukainya.Namun tidak berarti ponsel ini hanya khusus untuk kaum hawa. Keunikan dari kotak ini adalah dibuat seolah-olah merupakan kotak perhiasan yang dilengkapi dengan cermin pada bagian dalamnya. Ukuran cerminnya juga lumayan... Dan kalau dilihat dari ukuran kotaknya, maka anda bisa menyimpan cukup perhiasan anda atau benda-benda kecil lainnya.

Unit Ponsel
Sepintas hampir menyerupai ponsel keluaran Samsung. Walaupun ukurannya agak sedikit tebal namun, desainnya sangat elegan, sliding & mirror phone dengan warna hitam dan layar yang dapat difungsikan sebagai cermin. Namun tidak akan mengurangi citra "maskulin" anda. Pokoknya modelnya keren banget ....

Fitur
Ponsel ini sudah memiliki fasilitas dual simcard yang kedua-duanya aktif bersamaan. Saya coba memasukkan Kartu Hallo saya ke SIM 1 dan XL ke SIM 2. Tombol ON ada di sebelah kanan dengan bentuk yang mudah untuk dioperasikan tanpa khawatir akan tertekan secara tidak sengaja.
Tampilan gambarnya jernih karena telah menggunakan layar dengan jenis TFT 262.144 warna. Tampilan provider bisa disetting ON atau OFF. Demikian juga tampilan SMS masuk dan Miss Call, bisa dihilangkan atau dimunculkan sesuai dengan kemauan anda.

Dengan tombol Call 1 yang ada di kiri dan Call 2 di kanan anda dapat dengan mudah mengatur panggilan yang akan dilakukan atau sms yang akan dikirimkan menggunakan kartu SIM yang mana. Untuk melihat log panggilan pun sudah di "store" untuk masing masing kartu. Sehingga anda bisa memastikan melalui kartu mana anda melakukan panggilan sebelumnya. Ketika melihat log panggilan dengan kartu SIM 1, anda juga tetap dapat melakukan panggilan dengan kartu lainnya dengan langsung menekan tombol "2" di panel depan.
Tujuan panggilan masuk atau sms yang diterima juga langsung dapat diketahui. Akan muncul tampilan "SIM1" dan Nomor / Nama Penelpon bila panggilan itu untuk kartu di SIM 1, demikian juga untuk sms yang masuk.

Ketika anda sedang melakukan panggilan dan ada panggilan masuk,anda dapat melakukan "Swap" terhadap panggilan-panggilan tersebut, seperti umumnya ponsel lain.

Phone Booknya bisa menampung sampai 1000 nomor, dan terintegrasi dengan baik dapat disimpan di ponsel sehingga tidak merepotkan anda untuk mengingat apakah disimpan di kartu SIM 1 atau kartu SIM 2.

Sementara poin minus yang saya rasakan sampai saat ini adalah :

Tombol Keypad kurang nyaman bila dibandingkan dengan ponsel yang sebelumnya saya gunakan. Tapi mungkin ini cuma perlu membiasakan diri saja. Kalau sebelumnya saya bisa sambil "menyetir" mobil bisa sembari menekan tombol ponsel tanpa membahayakan kendaraan (karena sudah hapal posisi tombol, jadi tidak perlu melihat layar). Namun dengan ponsel DG 518 ini, karakter yang diinginkan sering terlompat, atau malah tidak tertekan. Sudah hati-hati menekanpun masih sering salah. Dan juga perubahan karakter kapitalnya tidak otomatis. Kalau pada ponsel sebelumnya setelah karakter "titik diikuti spasi" maka otomatis karakter berikutnya akan menjadi huruf kapital, namun pada ponsel dukungan Sarindo ini tidak, melainkan harus dilakukan secara manual dan perubaan dari huruf kecil untuk kembali ke huruf kapital harus menekan tombol pagar 6 kali. Tapi sekali lagi saya rasa saya masih perlu membiasakan diri dengan keypad model ini. Jadi sebenarnya bagi sayapun bukan suatu masalah yang "crusial".

Walaupun nama sudah disimpan di phonebook, kadang kala ketika telpon masuk tetap saja cuma nomornya saja yang muncul. Ternyata di phonebooknya harus diawali dengan "+62". Kalau cuma kode "0", maka nama tidak akan muncul. Tapi herannya tidak semua. Kadang kala bisa juga. Namun supaya lebih aman, maka lebih baik ganti saja semua nomor di phonebook dengan awalan "+62".

Sementara itu saja dulu review yang bisa saya sampaikan, nanti akan saya tambahkan kembali. Untuk

5 comments:

  1. Kok +61 dan bukannya +62, bukannya kode Indonesia adalah +62 ?
    Apakah juga sudah mendukung pengetikan dengan T9? Saya saat ini lagi pengen yang GSM+CDMA...
    Thanks infonya...

    ReplyDelete
  2. Iya ma kasih, yang benar adalah +62. Sudah saya koreksi. Maaf salah ketik. Saya sih belum pernah pake cara T9. Dan di ponsel ini sepertinya T9 gak ada, cuma ada Smart ABC dan Smart abc. Apakah itu juga fungsinya sama dengan T9 saya gak tau juga, sepertinya sih iya....

    ReplyDelete
  3. Gambarnya mana mas ? Biar kami bisa melihat modelnya :)

    ReplyDelete
  4. Wah, suka review juga toh mas. Mudah2an ke depannya bisa lebih banyak lagi henpun yg bisa di review. Salam kenal...

    ReplyDelete
  5. @nugraha : Ditunggu aja mas, rencananya sih emang fotonya mau diupload, tapi blom sempat ;))

    @artikel kesehatan : Ma kasih, mudah-mudahan ya ....

    ReplyDelete

Detik News