Thursday, 16 October 2008

Review Ponsel Cina D-One DG518 - Lanjutan

Saya lanjutkan lagi review ponsel D-One DG518 yang baru sebagian saya ulas di sini.

Camera
Fungsi yang mendukung untuk fitur kamera cukup lengkap, mulai dari camera setting, image setting, white balance, scene mode, effect setting dan add frame. Saya kira cukup bagi mereka yang suka berfoto ria.

Tapi menurut saya hasil jepretannya kurang memuaskan. Apakah karena hanya didukung teknologi 1.3 Megapixel saja ? Tapi kalau dibandingkan dengan ponsel berkamera dengan kemampuan yang sama, hasilnya masih kurang tajam. Menurut informasi, kameranya belum auto focus. Bisa jadi itu penyebabnya. Ketika kamera dijalankan, awalnya lebih dominan muncul warna biru, baru perlahan-lahan warnanya menyesuaikan. Apalagi kalau di dalam ruangan yang pencahayaannya kurang, waduh.... hampir semua didominasi warna biru.


Fitur image setting cukung lengkap, tapi cuma 1 yang tidak saya temukan, yaitu merubah posisi image dari portrait menjadi landscape (atau kebalikannya)....

Baterai
Masa penggunaan batere bisa dibilang "cepat", mungkin oleh karena itulah disediakan 2 buah batere. Hanya saja anehnya, tidak disediakan desktop charger. Sehingga tetap saja tidak dapat melakukan charge ke batere yang satunya lagi, karena harus melalui ponsel tersebut. Cara satu-satunya adalah, melakukan charge sampai penuh, terus batere dilepas, disimpan buat jaga-jaga, dan pasang batera lain untuk dicharge juga. Tapi cara gini ya tetap saja repot. Akhirnya saya cuma pake 1 batere, kecuali kalo mungkin nanti ada rencana mau ngomong panjang, atau mau keluar kota ya terpaksa malamnya nge-charge gantian...

Sejauh ini belum ada masalah yang berarti, cuma kemaren aja, pada tampilan SIM 2 muncul "Emergency" padahal sinyal penuh. Ketika dicoba melakukan panggilan keluar dan menerima telpon, hasilnya bisa. Nggak tau kenapa seperti itu. Akhirnya dicoba dimati-nyalakan, baru menjadi normal kembali.

Secara umum saya puas menggunakan ponsel ini. Cocok buat rekan yang menginginkan ponsel dual simcard (GSM-GSM) dengan harga murah, bentuk yang sylish (orang mengiranya ponsel merek Nokia atau Samsung), dan fitur yang lumayan. Tentunya dengan beberapa kekurangan seperti yang saya sampaikan.

Silahkan, anda yang memutuskan sendiri....

1 comment:

  1. mas untuk baterainya dibilang "cepat" itu berapa lama? 1hari ? 1,5 hari?
    terus ketika di tancep usb apa langsung ngecharger ?
    makasih banyak sebelumnya

    ReplyDelete

Detik News